Halmahera Tengah, Redmol.id — Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangaji, menerima kunjungan Perkumpulan Mahasiswa Pencinta Alam Institut Pertanian Bogor (LAWALATA IPB) di Ruang Rapat Bupati, Selasa (18/8/2026).
Kunjungan tersebut dalam rangka penyampaian hasil kajian mengenai konektivitas hidrologi pada sistem sungai bawah tanah di Kawasan Karst Sagea, yang sebelumnya dilakukan LAWALATA IPB melalui pengamatan dan kajian lapangan.
Dalam pertemuan itu, Bupati Ikram didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Halmahera Tengah, Rivani Abdurradjak, bersama jajaran. Sementara pihak dari mahasiswa LAWALATA IPB menyampaikan hasil temuan serta informasi ilmiah yang diperoleh selama melakukan kajian di kawasan karst tersebut.
Bupati Ikram mengapresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa dalam melakukan kajian lingkungan di Kawasan Karst Sagea. Menurutnya, kegiatan merupakan bentuk kontribusi akademik dan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan.
“Kajian seperti ini penting karena memberikan informasi berdasarkan hasil pengamatan langsung di lapangan. Data tersebut dapat menjadi salah satu referensi pemerintah daerah dalam melihat kondisi kawasan Karst Sagea secara lebih komprehensif,” ujar Ikram.
Kajian dari mahasiswa LAWALATA IPB lebih khususnya menyoroti konektivitas hidrologi sistem sungai bawah tanah di kawasan karst. Sistem tata air kawasan karst diketahui memiliki karakteristik yang khas karena aliran air dapat terhubung melalui jaringan bawah permukaan.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, informasi ini dinilai penting karna mengingat Kawasan Karst Sagea memiliki kekayaan alam dan nilai ekologis yang perlu mendapat perhatian dalam pengelolaannya.
Lanjut, Bupati menilai hasil kajian mahasiswa dapat memperkaya informasi pemerintah daerah dalam menentukan langkah pengelolaan dan perlindungan lingkungan.
Karena itu, penguatan data dan kajian ilmiah terhadap kawasan-kawasan strategis lingkungan dinilai perlu terus dilakukan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, kelompok pencinta alam, serta masyarakat dalam menjaga kawasan ekologis yang memiliki nilai penting bagi daerah.
“Pemerintah membutuhkan data dan informasi yang kuat dalam mengambil kebijakan. Karena itu, hasil kajian ilmiah seperti ini menjadi kontribusi yang sangat berarti,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup diharapkan dapat terus mendorong pengumpulan data dan penelitian mengenai kondisi lingkungan, khususnya pada kawasan strategis seperti Karst Sagea.
Pertemuan tersebut kemudian ditutup dengan penyerahan hasil kajian mahasiswa LAWALATA IPB kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah. Hasil kajian itu selanjutnya menjadi bagian dari informasi yang dapat dipertimbangkan pemerintah daerah dalam mengevaluasi serta merumuskan kebijakan terkait pengelolaan lingkungan di Kawasan Karst Sagea. (Redaksi)
