JAKARTA, RedMOL.id - Perbankan digital semakin dituntut tidak sekadar menyediakan kanal transaksi, tetapi juga mampu mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat. Dari cara anak belajar mengelola uang, aktivitas perjalanan internasional, transaksi konsumsi hingga kebutuhan pelaku usaha, semuanya membutuhkan layanan yang praktis dan saling terhubung.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membawa lima inovasi dalam gelaran BNI wondrX 2026 di ICE BSD City, Tangerang, pada 21–23 Agustus 2026.
Kelima layanan tersebut yakni wondrZ, Kartu Debit BNI Co-Brand BookCabin, Kartu Kredit BNI Daily Plus, BNIdirect Bisnis, dan wondr Merchant.
Layanan pertama, wondrZ, menyasar anak dan remaja. Melalui aplikasi wondr by BNI, anak berusia 12 tahun ke atas dapat memiliki rekening atas nama sendiri sekaligus mulai mengenal transaksi digital.
Namun, proses belajar finansial tersebut tetap melibatkan orang tua. Saldo dan riwayat transaksi anak dapat dipantau sehingga orang tua tetap memiliki ruang untuk mendampingi pengelolaan keuangan.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan wondrZ dikembangkan untuk menanamkan kebiasaan finansial sehat sejak usia dini.
Menurutnya, anak dapat diperkenalkan dengan aktivitas menabung, mengatur uang dan transaksi secara bertahap sesuai usia, sementara orang tua tetap menjalankan fungsi pendampingan.
Bagi masyarakat dengan mobilitas internasional tinggi, BNI memperkenalkan Kartu Debit BNI Co-Brand BookCabin hasil kolaborasi dengan Lion Air Group.
Produk ini menggunakan Tabungan wondr multicurrency yang memungkinkan nasabah menyimpan hingga 12 valuta asing dalam satu rekening. Kartu tersebut juga dapat digunakan bertransaksi di 32 negara melalui jaringan Mastercard.
Integrasi dengan member Cabin Club menjadi pelengkap layanan perjalanan yang ditawarkan.
Sementara kebutuhan transaksi harian disasar melalui Kartu Kredit BNI Daily Plus. Kartu ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan rutin, seperti transportasi, belanja dan kuliner.
BNI menawarkan manfaat cashback berdasarkan program dan ketentuan yang berlaku. Nasabah juga dapat mengelola kebutuhan kartu melalui aplikasi wondr by BNI.
Di sektor bisnis, BNI memperkuat BNIdirect Bisnis dengan menambahkan Pocket Transaction dan SME Financing.
Pocket Transaction membantu pelaku usaha mengatur dan mengalokasikan dana untuk kebutuhan transaksi tertentu. Sedangkan SME Financing memberikan akses terhadap pembiayaan sesuai persyaratan yang ditetapkan.
Pengembangan tersebut ditujukan untuk membantu bisnis mengelola transaksi, arus kas serta kebutuhan pembiayaan secara lebih terintegrasi.
Tidak kalah penting, BNI mendorong digitalisasi UMKM melalui wondr Merchant.
Aplikasi ini memungkinkan pelaku usaha mendaftarkan QRIS, memperoleh notifikasi pembayaran secara real-time dan memantau laporan transaksi harian. Fasilitas settlement hingga lima kali sehari juga memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha dalam mengatur arus kas.
Pelaku UMKM juga dapat memperoleh informasi serta mengajukan modal usaha sesuai persyaratan yang berlaku.
Lebih dari sekadar alat pembayaran, data transaksi yang tersimpan dapat membantu pelaku usaha melakukan pencatatan, memantau penjualan dan mengevaluasi aktivitas bisnis.
Lima inovasi tersebut menjadi bagian dari langkah BNI memperluas ekosistem digitalnya. Nasabah tidak hanya ditawarkan layanan untuk kebutuhan personal, tetapi juga solusi yang menyentuh perjalanan finansial keluarga dan pengembangan bisnis.
Rangkaian BNI wondrX 2026 telah berakhir, namun layanan yang diperkenalkan tetap dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan ketentuan masing-masing produk.
Melalui semangat “One Ecosystem, Continuous Motion”, BNI berupaya menjadikan inovasi digital sebagai layanan yang terus bergerak mengikuti kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.
Sumber: Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo.

