Ternate, Redmol.id — Rektor Universitas Khairun (Unkhair), Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM., menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan titik awal bagi para lulusan untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Prof. Abdullah dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Program Profesi, Sarjana, Magister, dan Doktor Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Aula Banau, Kampus I Unkhair, Kelurahan Akehuda, Kota Ternate, Sabtu (22/8/2026).
“Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar. Hari ini merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Jangan hanya menunggu peluang, tetapi ciptakanlah peluang,” ujar Prof. Abdullah.
Wisuda tersebut dihadiri Bupati Halmahera Tengah Dr. Ir. Ikram M. Sangadji, M.Si., Sekretaris Daerah Kota Ternate Dr. H. Rizal Marsaoly, S.E., M.M., Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi. Ahmad, Ketua DPD Partai Gerindra Maluku Utara Sahril Thahir, jajaran pimpinan dan anggota Senat Unkhair, para guru besar, serta pimpinan fakultas.
Pada periode wisuda kali ini, Unkhair mengukuhkan 856 lulusan, yang terdiri atas 793 lulusan sarjana, tujuh lulusan profesi dokter, 55 lulusan magister, dan satu lulusan doktor.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 335 lulusan atau 39,1 persen berhasil meraih predikat cum laude.
Menurut Prof. Abdullah, pencapaian akademik tersebut harus diimbangi dengan integritas, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta keberanian mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kehidupan masyarakat.
Mutu Akademik Terus Diperkuat
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga memaparkan perkembangan mutu akademik Unkhair. Hingga Agustus 2026, Unkhair telah memiliki tujuh program studi berakreditasi Unggul.
Jumlah tersebut bertambah setelah Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) memperoleh akreditasi Unggul pada Juli 2026.
Di bidang prestasi mahasiswa, Unkhair mencatat 71 prestasi sepanjang 2026, mulai dari tingkat provinsi hingga internasional. Capaian tersebut mencakup 40 prestasi tingkat nasional dan enam prestasi internasional.
Sementara di bidang sumber daya manusia, Unkhair menambah 10 doktor baru. Dengan demikian, jumlah dosen berkualifikasi doktor kini mencapai 262 orang atau sekitar 33 persen dari total dosen.
Angka tersebut telah melampaui target nasional sebesar 32 persen. Meski demikian, Unkhair masih menargetkan peningkatan jumlah dosen bergelar doktor hingga mencapai standar minimal 40 persen.
Prof. Abdullah mengatakan penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat akan terus dikembangkan dengan menjadikan karakter kepulauan, kemajemukan, dan kearifan lokal Maluku Utara sebagai bagian penting dalam pengembangan universitas.
“Semangat Kampus Berdampak, Unkhair harus hadir semakin nyata. Ilmu yang dihasilkan memberi solusi, lulusan memberi manfaat, dan kemitraan memberi kemajuan bagi masyarakat,” katanya.
Penghormatan untuk Almarhum Riski Yasim
Dalam prosesi wisuda tersebut, Unkhair juga memberikan penghormatan kepada almarhum Riski Yasim, S.T., yang wafat sebelum sempat mengikuti prosesi wisuda.
Gelar akademik almarhum kemudian diserahkan kepada orang tua sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan dan capaian akademik yang telah diraih semasa hidupnya.
Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian wisuda Unkhair sekaligus menegaskan bahwa pencapaian akademik tidak hanya menjadi kebanggaan bagi lulusan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat yang turut mendukung perjalanan pendidikan mereka.
Redaksi: ul
